Jalan Menuju Keadilan Korban Pelanggaran HAM yang Berat

Authors

Penny Naluria Utami, Balitbang Hukum dan HAM; Yuliana Primawardani, Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM; Tony Yuri Rahmanto, Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM; Donny Michael, Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM; Okky Chahyo Nugroho, Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM; Ellen Lutya Putri Nugrahani, Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM; Rodes Ober Adi Guna Pardosi, Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM; Abi Marutama, Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM; Destry Indra Wibawa, Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM; Hakki Fajriando, Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM
Keywords: Pelanggaran HAM, pemenuhan hak korban, non yudisial, keadilan

Synopsis

Mekanisme non-yudisial merupakan solusi lain yang sedang dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang berat di masa lalu. Sebab, penyelesaian kasus melalui mekanisme yudisial dianggap belum memenuhi harapan mengingat waktu penyelesaiannya yang relatif lama. Riset yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM pada tahun 2021 menunjukkan bahwa upaya telah dilakukan di Provinsi Aceh dan Lampung untuk memulihan dan memenuhi hak-hak korban pelanggaran HAM yang berat, namun belum mencapai kondisi terbaik. Sebab belum semua korban pelanggaran HAM yang berat diakomodir hak-haknya. Untuk itu, diberikan rekomendasi kepada pengambil keputusan tentang cara penyelesaian pelanggaran HAM berat di masa lalu, yang salah satunya disampaikan kepada Jaksa Agung yang perlu berkoordinasi dengan Komnas HAM untuk mengambil keputusan bagaimana menindaklanjuti hasil penyelidikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang berat masa lalu. Selain itu, diajukan pula usulan kepada DPR untuk mengusulkan kembali kepada Presiden pembentukan pengadilan HAM ad hoc. Selanjutnya, pemerintah perlu merumuskan kebijakan untuk mengatur rencana-rencana khusus yang bertujuan untuk menghapus diskriminasi dan mendorong adanya pemenuhan hak-hak kelompok tertentu, terutama korban pelanggaran HAM yang berat di masa lalu dalam merealisasikan hak-haknya guna mencapai kesetaraan dan keadilan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
December 27, 2021